nasional
Kurasi liputan jurnalistik, siaran pers resmi, dan kabar pendidikan terverifikasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kafilah Kemendikdasmen Raih Tiga Penghargaan pada MTQ Korpri Nasional 2026
Makassar, Sulawesi Selatan, Kemendikdasmen — Kafilah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meraih tiga penghargaan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada cabang Dakwah Putra, Muhammad Rafi dari Biro Hukum berhasil meraih Juara 3. Sementara itu, Devi Yenti dari Balai Bahasa Provinsi Riau meraih Juara Harapan 2 cabang Dakwah Putri. Penghargaan juga diraih Tim Haflah Tilawah Putri yang terdiri atas Devi Virhana dari Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Wena Wiraksih dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dengan meraih Juara Harapan 3. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berpartisipasi dan memberikan hasil terbaik dalam ajang tersebut. “Selamat kepada para pemenang dan seluruh kafilah Kemendikdasmen. Prestasi ini merupakan buah dari semangat, dedikasi, dan kerja keras yang telah mengharumkan nama Kemendikdasmen di tingkat nasional,” ujar Suharti. Capaian tahun ini juga menjadi catatan tersendiri bagi Kafilah Kemendikdasmen. Untuk pertama kalinya, Kemendikdasmen meraih penghargaan pada cabang Dakwah Putra dan Dakwah Putri sekaligus. Tiga penghargaan yang diperoleh juga menjadi jumlah terbanyak sepanjang keikutsertaan Kemendikdasmen dalam MTQ Korpri Tingkat Nasional. “Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik,” tutur Suharti. Devi Virhana merasa bersyukur berkesempatan
Kembangkan Karakter Spiritual, Pegawai Kemendikdasmen Ikuti MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional
Makassar, Sulawesi Selatan, 26 Agustus 2026 — Sebanyak 29 pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berpartisipasi sebagai kafilah KORPRI Kemendikdasmen dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional di Provinsi Sulawesi Selatan, 23–30 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen KORPRI Kemendikdasmen dalam memberikan ruang bagi pegawai untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat nilai-nilai spiritual, sekaligus membangun silaturahmi dan kebersamaan dengan anggota KORPRI dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh” dan diikuti 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga. Dewan Pengurus KORPRI Kemendikdasmen turut memberikan pendampingan dan fasilitasi agar para kafilah dapat mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kehadiran seluruh kafilah sekaligus menegaskan kesiapan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah. “Selamat datang di Sulawesi Selatan. Terima kasih banyak telah berkenan hadir, kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta sekaligus memperkenalkan keramahan daerah kepada para kafilah,” ujar Andi Sudirman di Makassar, Senin (24/8). Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan MTQ KORPRI bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk
Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Lembaga Kursus Menuju Akreditasi Nasional 2026
Jakarta, 22 Agustus 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menjamin mutu pendidikan, termasuk pada lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Upaya tersebut dilakukan Direktorat Kursus dan Pelatihan melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Penyelarasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Evaluasi Kinerja Lembaga Kursus sebagai Tahapan Menuju Akreditasi Nasional Tahun 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (20/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyelaraskan sistem pendidikan yang berkelanjutan guna meningkatkan mutu dan kualitas LKP. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Suparto, yang dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran pendidikan kursus dalam mendukung pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Standardisasi di LKP, bukan hanya jumlah lulusan, tetapi kita ingin melihat berapa banyak yang sudah terserap ke dunia kerja sekaligus bagaimana tata kelola kinerja LKP, sehingga terjadi continuous quality improvement. Kita ingin memastikan LKP memenuhi harapan masyarakat,” jelas Suparto. Dalam arahannya, Suparto mendorong agar momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi bersama para pemangku kepentingan, mulai dari pengelola LKP, pemerintah daerah, hingga organisasi mitra. Menurutnya, secara umum terdapat dua sistem penjaminan mutu, yakni penjaminan mutu internal dan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan pembahasan bersama agar para pengelola
MTQ KORPRI Nasional 2026, Kemendikdasmen Targetkan Hasil Terbaik
Jakarta, 20 Agustus 2026 – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti secara resmi melepas kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-8 KORPRI Nasional Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23 sampai 30 Agustus 2026. Melihat kesiapan dari para perwakilan peserta, Sekjen Suharti menyampaikan rasa optimisme meraih hasil terbaik. Bahkan menurutnya target yang ditetapkan seharusnya bisa lebih tinggi lagi, melihat potensi-potensi yang ada di Kemendikdasmen. “Saya rasa melihat apa yang sudah ditampilkan dari Bapak, Ibu, Saudara, teman-teman semua hari ini, rasanya Sebelas medali itu targetnya terlalu sedikit, tahun depan harus lebih tinggi,” ungkap Suharti memberikan motivasi, Kamis (20/8). Sekjen Suharti pun berpesan untuk terus menjaga sportivitas dan nilai-nilai kejujuran, serta membawa nama baik Kemendikdasmen selama bertanding di Makassar nanti. “Menang itu penting, tapi jujur itu lebih penting gitu kalau pakai tagline-nya Pusat Prestasi Nasional, itu juga menjadi prinsip yang harus kita sama-sama jaga dan juga jaga kekompakan,” pesannya. Ketua KORPRI Kemendikdasmen, Abdullah Faqih, menyampaikan bahwa kafilah yang terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat pada 17 hingga 19 Juni 2026 dengan menjunjung prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Untuk mempersiapkan diri, para peserta telah menjalani pembinaan melalui training center baik secara
Hari Anak Nasional Momentum Pengingat: Anak sebagai Pusat Proses Pendidikan
Bandung, Kemendikdasmen - Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Momentum ini mengingatkan seluruh pemangku kepentingan bahwa setiap kebijakan dan praktik pendidikan harus menempatkan anak sebagai pusat proses pembelajaran, sekaligus memastikan hak, potensi, dan keunikan setiap anak dihargai. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi ajang memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan terbaik bagi anak. "Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat," ujarnya di Bandung (23/7). Semangat tersebut diterjemahkan dalam berbagai praktik pembelajaran di sekolah. Kepala TK Gagas Ceria, Catur Wulandari, mengatakan perayaan HAN dirancang agar menjadi pengalaman belajar yang membekas bagi anak. "Hari Anak Nasional menjadi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, berkarya, berinteraksi, dan merasakan bahwa suara serta idenya dihargai. Momentum ini kami jadikan ruang refleksi, berbagi kegembiraan, dan membangun koneksi melalui kegiatan bermain yang bermakna dan menggembirakan," kata Catur. Menurut Catur, HAN juga menjadi pengingat bahwa seluruh keputusan pendidikan harus berpihak pada kepentingan terbaik anak. "Momentum ini mengajak kita merefleksikan apakah pembelajaran benar-benar memberi ruang bagi anak untuk tumbuh, bereksplorasi, berpikir, berkreasi, dan berkembang sesuai
Kolaborasi Ekosistem Pembelajaran di SMA PU Al-Batri Sukabumi, Nilai TKA Lampaui Rerata Nasional
Sukabumi, Jawa Barat, 30 Mei 2026 — Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di salah satu sekolah di Sukabumi yakni SMA Pesantren Unggul Al-Bayan Putri (PU Al-Batri), Sukabumi, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq. Hasil TKA para siswa tercatat melampaui rata-rata nasional, terutama pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Capaian TKA yang melampaui rata-rata nasional tersebut menjadi sinyal positif bahwa kualitas pembelajaran yang kuat, didukung keterlibatan orang tua dan lingkungan sekolah, mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, rata-rata skor siswa mencapai 49,91 atau lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional yang berada di angka 23,1. Sementara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai siswa mencapai 77, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 55. Sehingga untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam TKA, skor sekolah ini selisihnya lebih tinggi 19-26 poin dari rerata nasioal. Fajar menyebut capaian tersebut sebagai buah dari hasil kolaborasi yang baik antara sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua dalam membangun budaya belajar yang positif. “Saya menyampaikan selamat atas capaian TKA yang sangat membanggakan ini. Hasil yang diraih menunjukkan kualitas pembelajaran yang baik serta kerja keras seluruh pihak
Satu Tahun Rumah Pendidikan: Kemendikdasmen Raih Pencapaian Nasional dan Global Signifikan
Tangerang Selatan, Kemendikdasmen — Tepat satu tahun sejak Superaplikasi Rumah Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) diluncurkan untuk mendukung program digitalisasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, berbagai capaian signifikan di tingkat nasional dan global berhasil diraih. Rumah Pendidikan diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sebagai bagian dari penguatan transformasi digital pendidikan nasional. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menyampaikan bahwa Rumah Pendidikan telah dikunjungi sebanyak 31,5 juta kali (page views) oleh 3,3 juta pengunjung unik (unique visitors) selama satu tahun terakhir. “Selain itu, tercatat sebanyak 1.068 kegiatan pengimbasan dengan total 58.843 peserta pengimbasan. Dari yang semula berupa cetak biru, kini telah menjadi gerak nyata. Dalam satu tahun, Rumah Pendidikan terbukti mampu membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yudhistira dalam keterangan pers, Kamis (22/1). Menurut Yudhistira, kegiatan pengimbasan tersebut juga efektif membangun kolaborasi ekosistem pendidikan. Setidaknya terdapat tiga komunitas yang terlibat aktif, yakni Duta Teknologi, Komunitas Belajar.id, dan Komunitas Bergema. Ketiganya merupakan bagian dari relawan Guru Pejuang Digital yang mendukung program digitalisasi pendidikan sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Rumah Pendidikan. Dari sisi fitur, Rumah Pendidikan semakin mengukuhkan diri sebagai
Wamendikdasmen Atip Paparkan Rencana Kebijakan Strategis Pendidikan Nasional di BPK RI
Jakarta, Kemendikdasmen – Dalam Workshop Persiapan Pemeriksaaan LKPP, LKKL, dan LKBUN tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, berkesempatan menjadi pembicara kunci dengan memaparkan sejumlah rencana kebijakan strategis pendidikan nasional. Pada kesempatan itu, Wamen Atip menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas nasional sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025 – 2029. “Kemendikdasmen mengusung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan berpihak pada sistem pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi itu, kami melakukan sejumlah kebiajakan, antara lain penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, di Jakarta, Senin (12/1). Selanjutnya, Wamen Atip menuturkan bahwa pendidikan memegang peran penting dalam memastikan pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan transformasi sosial yang diharapkan berdampak secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia. Memasuki tahun anggaran 2026, Wamen Atip menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan memperkuat layanan pendidikan melalui beberapa kebijakan. “Tahun 2026 kami akan melanjutkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan secara masif dan berkeadilan, Digitalisasi Pembelajaran yang menitikberatkan pada pemanfaatan dan peningkatan kapasitas guru, perluasan Program Indonesia Pintar, penguatan pendidikan
Kemendikdasmen Siapkan Peta Jalan untuk Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Jakarta, 23 Desember 2025 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyusun Peta Jalan Gerakan Literasi Nasional (GLN) Periode 2026–2029 sebagai langkah strategis memperkuat budaya literasi dan meningkatkan mutu pendidikan nasional secara terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Penyusunan peta jalan tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Penyusunan Peta Jalan Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (23/12), sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 155/P/2025 tentang Kelompok Kerja Gerakan Literasi Nasional. Kegiatan tersebut menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan penguatan literasi di berbagai sektor pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa literasi tidak dapat dimaknai secara sempit hanya sebagai kemampuan membaca. Literasi, menurutnya, mencakup kemampuan menulis, mengekspresikan gagasan, serta penguasaan kompetensi dan pengetahuan pada bidang tertentu. Ia menekankan bahwa peta jalan GLN harus mampu membentuk masyarakat yang literat secara utuh, tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali gagasan secara lisan maupun tulisan, yang ditopang oleh kompetensi dan pengetahuan yang memadai. “Secara harfiah, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Namun, yang lebih penting adalah ability to read, and write dalam arti yang utuh. Write di sini adalah kemampuan
Guru Pamong PPG Raih Penghargaan GTK Transformatif pada Perayaan Hari Guru Nasional Tahun 2025
Jakarta, Kemendikdasmen — Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi para guru pamong program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari seluruh Indonesia. Melalui gelaran Apresiasi Guru Pamong PPG Transformatif, Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) memberikan penghargaan kepada guru pamong yang telah berperan penting dalam pendampingan calon guru-guru profesional masa depan. Kegiatan yang berlangsung pada 25 s.d. 29 November 2025 di Jakarta ini diikuti 100 orang peserta. Mereka telah melewati proses seleksi administrasi dan substansi. Selanjutnya, para peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan dengan penilaian presentasi, wawancara, serta simposium berbagi praktik baik. Para finalis merupakan guru pamong terbaik perwakilan dari berbagai Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG yang telah terbukti mampu memberikan pendampingan efektif kepada peserta PPG. Acara Malam Apresiasi GTK diselenggarakan pada Kamis (27/11), dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, serta jajaran pimpinan unit utama lainnya. Pada kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada tiga guru pamong PPG terbaik dalam kategori GTK Transformatif dan satu guru pamong PPG sebagai GTK Terfavorit. Penerima penghargaan Apresiasi Guru Pamong PPG Tahun 2025 adalah sebagai berikut. Juara I Kategori GTK Transformatif diraih oleh Naili Faizatis Syifa dari SMK Negeri 3,
Rayakan Hari Guru Nasional: Dirjen GTKPG Ungkapkan Terima Kasih dengan Mengajar Langsung di Kelas
Banjarmasin, 27 November 2025 – Dalam momen peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) merayakannya dengan cara berbeda. Bukan melalui seremoni, tetapi lewat aksi nyata yang menyentuh langsung ruang kelas. Melalui “Dirjen GTKPG Mengajar”, para pimpinan kembali merasakan dinamika pembelajaran di sekolah serta tantangan yang dihadapi guru setiap hari. Langkah ini menjadi wujud penghargaan yang lebih substansial bagi para guru bahwa apresiasi tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga kehadiran dan kesediaan para pengambil kebijakan untuk mendengar, memahami, serta merasakan langsung realitas pembelajaran di lapangan. Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, mengajar di kelas 3 SDIT Ukhuwah Banjarmasin dengan membawakan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Ia menghadirkan variasi media pembelajaran yang membuat kelas terasa hidup. Murid-murid diajak mengenal beragam jenis hewan darat, air, dan udara melalui gambar-gambar menarik yang ditampilkan di layar. Mereka juga mewarnai lembar gambar hewan sebagai bagian dari kegiatan belajar sambil berkreasi. Nunuk memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) untuk menampilkan tayangan visual tentang klasifikasi hewan sehingga pengalaman belajar semakin interaktif. Pembelajaran yang komunikatif, menggembirakan, dan kontekstual ini tidak hanya memudahkan pemahaman murid, tetapi juga menegaskan pesan penting bahwa guru tidak
Penuh Harapan, Yayasan Perguruan Kristen Harapan Denpasar Rayakan Hari Guru Nasional 2025
Denpasar, Kemendikdasmen — Hari Guru Nasional (HGN) 2025 menjadi momen istimewa di Yayasan Perguruan Kristen Harapan Denpasar. 500 peserta dari mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK mengikuti Upacara Peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2025. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, turut memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Yayasan Perguruan Kristen Harapan Denpasar, Bali. Dalam pidatonya mewakili pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dirjen Tatang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja guru di Indonesia. Ia pun mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Sebagai hadiah apresiasi, pemerintah melalui Kemendikdasmen akan berkomitmen untuk menambah intensif para guru. “Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guru honorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah,” tutur Dirjen Tatang. Sebagai agen perubahan, Dirjen Tatang pun mendorong agar para guru terus meningkatkan kompetensi. Ia mengajak seluruh masyarakat termasuk orang tua untuk menghargai para guru sebab pendidikan utama dan pertama adalah orang tua. “Berikan kesempatan untuk para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik. Di tangan guru, terdapat kualitas masa depan bangsa,” pesan Dirjen Tatang. Harapan di Hari Guru