PORTAL MEDIA & JURNALISME EDUKASI
SEO.SCH.ID
Sumber Resmi Kemendikdasmen RI

Beasiswa

Kurasi liputan jurnalistik, siaran pers resmi, dan kabar pendidikan terverifikasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

45 Berita TerdataTerverifikasi API
Anak Pekerja Migran Indonesia di Sabah Terima Sosialisasi Program Beasiswa
Berita 21 Agustus 2025 (dilihat 3399 kali)21 Agu 2025

Anak Pekerja Migran Indonesia di Sabah Terima Sosialisasi Program Beasiswa

Sabah, Kemendikdasmen – Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah menghadiri sosialisasi tentang Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang diselenggarakan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) pada hari Rabu, 13 Agustus 2025. Sosialisasi tersebut berisikan penyampaian materi Beasiswa Adik yang merupakan bantuan pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi serta beasiswa KIP-K yang merupakan bantuan biaya pendidikan, ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Sosialisasi selain dilakukan di SIKK juga menyasar peserta didik yang belajar di beberapa Community Learning Center (CLC) yang ada di Sabah, Malaysia Timur. Tim sosialisasi terdiri dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi [LLDIKTI] Wilayah III Jakarta, Henri Togar Hasiholan Tambunan, dan Ketua Tim Kerja ADik dan KIP-K, Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Muni Ika. Kunjungan diawali pertemuan dengan beberapa Diplomat Indonesia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu. Didampingi oleh Kepala SIKK, Sahyuddin, delegasii diterima oleh Acting Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Emmanuel T. Ginting, Kepala Kanselerai, Irhamna Fithriya, dan Pelaksana Fungsi Sosial dan Budaya, Machdaniar Nisfah. Dalam sambutannya, Emmanuel T. Ginting menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Humas KemendikdasmenBaca
Dapat Insentif dan Beasiswa , Guru Non-ASN & Pendidik Nonformal Dapat Kado Manis dari Negara
Berita 11 Agustus 2025 (dilihat 21157 kali)11 Agu 2025

Dapat Insentif dan Beasiswa , Guru Non-ASN & Pendidik Nonformal Dapat Kado Manis dari Negara

Jakarta, Kemendikdasmen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pemerintah memberikan "kado manis" kepada para guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) dan pendidik nonformal di seluruh Indonesia. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), negara menghadirkan program insentif dan bantuan subsidi upah (BSU) sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap para pendidik yang selama ini kerap bekerja dalam keterbatasan. Program ini menjadi angin segar bagi lebih dari 341 ribu guru non-ASN dan pendidik PAUD nonformal. Para guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik menerima insentif sebesar Rp2,1 juta per tahun, sementara pendidik PAUD nonformal mendapatkan bantuan subsidi upah sebesar Rp2,4 juta per tahun. Meskipun nominal ini tidak serta-merta mengubah nasib mereka secara drastis, kehadiran bantuan tersebut sangat berarti, terlebih bagi guru-guru yang berada di pelosok negeri dan telah bertahun-tahun mengajar tanpa kejelasan status dan jaminan penghasilan tetap. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening yang telah dibuka oleh pemerintah. Guru cukup mengaktifkan rekening tersebut melalui laman Info GTK, dan dipastikan dana akan cair meskipun proses pencairannya dilakukan secara bertahap. Pemerintah juga memberikan batas waktu hingga akhir Januari 2026 bagi para guru untuk mengaktivasi rekening agar tidak kehilangan haknya. Di balik program ini, terdapat cerita perjuangan yang tak luput dari perhatian

Humas KemendikdasmenBaca
Kemendikdasmen Sosialisasikan Kurasi dan SIMT Bagi Penyedia Beasiswa
Berita 28 Mei 2025 (dilihat 2140 kali)28 Mei 2025

Kemendikdasmen Sosialisasikan Kurasi dan SIMT Bagi Penyedia Beasiswa

Jakarta, 24 Mei 2025 — Sebagai upaya memperluas pemanfaatan hasil Kurasi dan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan Webinar “Sosialisasi Kurasi dan SIMT Bagi Penyedia Beasiswa: Mengoptimalkan Pemanfaatan Hasil Kurasi dan SIMT” pada Kamis (22/5). Webinar ini bertujuan untuk mendukung pengembangan prestasi talenta di Indonesia, sekaligus menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan para penyedia Beasiswa bagi anak-anak berprestasi yang telah dikurasi dan terdata di SIMT sebagai pertimbangan penerima beasiswa. Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menyampaikan bahwa untuk membangun ekosistem manajemen talenta nasional memerlukan partisipasi semesta dengan menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra. “Visi Kemendikdasmen yaitu Pendidikan Bermutu Untuk Semua dengan Partisipasi Semesta maka kolaborasi yang terjadi akan meningkatkan optimalisasi pelaksanaan pengembangan talenta,” ucap Mariman. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 9 dijelaskan bahwa masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sejalan dengan itu, Mariman mengajak para Penyedia Beasiswa untuk berkolaborasi dalam mengembangkan talenta-talenta di Indonesia. Salah satunya dengan pemanfaatan hasil kurasi dan SIMT. “Kita ingin mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi terhadap talenta-talenta Indonesia. Harapannya agar murid-murid di seluruh Indonesia dapat mengakses program beasiswa dan program Pendidikan Bermutu

Humas KemendikdasmenBaca
Partisipasi Semesta Inspiratif Pemprov Aceh: Sekolah Unggul dan Beasiswa Yatim/Piatu Berprestasi
Berita 30 April 2025 (dilihat 400 kali)30 Apr 2025

Partisipasi Semesta Inspiratif Pemprov Aceh: Sekolah Unggul dan Beasiswa Yatim/Piatu Berprestasi

Depok, 30 April 2025 – Selaras dengan tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam penyelenggaraan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025, kabar inspiratif tentang kolaborasi membangun pendidikan di tanah air turut hadir dari cerita Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Aceh. Ditemui di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Depok, Selasa, (29/4), Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Jhon Abdi, mengatakan, “Terdapat dua program Pemda Aceh yang akan diimplentasikan mulai tahun 2025, yaitu pengembangan Sekolah Unggul dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi siswa yatim/piatu berprestasi,” jelasnya yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Program Sekolah Unggul Program Sekolah Unggul yang diselenggarakan oleh Pemda Provinsi Aceh merupakan program yang mendukung kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mulai Tahun Ajaran 2025/2026, pemda telah menyiapkan 17 Sekolah Unggul jenjang SMA. Pada tahun pelajaran 2026/2027, pemda akan menyiapkan 8 (delapan) SMA lagi yang akan berstatus Sekolah Unggul. “Sehingga total Sekolah Unggul jenjang SMA di 23 kabupaten/kota se-provinsi Aceh secara relatif akan lebih merata,” ujarnya optimistis. Adapun SMA Negeri 10 Fajar Harapan Kota Banda Aceh, akan menjadi salah satu acuan utama implementasi dan

Humas KemendikdasmenBaca
Atdikbud KBRI Dili Lepas 17 Guru Bahasa Indonesia Penerima Beasiswa S-2 BIPA UPI Bandung
Berita 1 Desember 2024 (dilihat 302 kali)1 Des 2024

Atdikbud KBRI Dili Lepas 17 Guru Bahasa Indonesia Penerima Beasiswa S-2 BIPA UPI Bandung

Dili, Kemendikdasmen - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Dili, Timor-Leste menyelenggarakan kegiatan pelepasan 17 mahasiswa penerima beasiswa Magister Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pada Senin (2/12). Para penerima beasiswa tersebut merupakan guru-guru bahasa Indonesia yang mengajar pada Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan yang tersebar dari berbagai Distrik di Timor-Leste. UPI Bandung sedianya memberikan kuota beasiswa sebanyak 20 mahasiswa, namun terdapat 3 mahasiswa yang mengundurkan diri. Adapun cakupan beasiswa yang diberikan UPI Bandung mencakup pembebasan biaya pendidikan, uang saku, akomodasi, visa dan izin tinggal. Para mahasiswa tersebut sebelumnya telah mengikuti perkuliahan secara daring yang di fasilitasi oleh Pusat Budaya Indonesia (PBI), KBRI Dili selama 2 semester sejak bulan Februari 2024. Atdikbud KBRI Dili, Ikhfan Haris, dalam sambutannya mengatakan bahwa program pemberian beasiswa S-2 kepada guru-guru bahasa Indonesia di Timor-Leste merupakan bentuk apresiasi kepada para guru dan dukungan dalam hal pengembangan SDM guru bahasa Indonesia pada tingkat SMA/K. Harapannya, kata Ikhfan, para guru lulusan S-2 bahasa Indonesia nantinya dapat menjadi peer-educator bagi rekan sejawatnya di Timor-Leste. Hingga saat ini, lanjutnya, Atdikbud KBRI Dili telah memfasilitasi pemberian beasiswa kepada para guru bahasa Indonesia sebanyak 22 guru. “Ke depannya, KBRI memiliki target

Humas KemendikdasmenBaca
MSIB Antarkan Rista Kmurawak Jadi Penerima Beasiswa S2 Termuda LPDP
Berita 31 Mei 2024 (dilihat 30 kali)31 Mei 2024

MSIB Antarkan Rista Kmurawak Jadi Penerima Beasiswa S2 Termuda LPDP

Jakarta, Kemendikbudristek - Magang merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar ruang kelas perkuliahan. Kisah-kisah mengenai mahasiswa yang mengikuti program magang dan berkesempatan untuk merasakan pengalaman kerja secara langsung sudah sering didengar. Melalui magang, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang nantinya diperlukan saat terjun ke dunia kerja. Namun, magang tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Pengalaman magang telah mengantar Rista Kmurawak, alumni Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Angkatan 2, untuk mewujudkan mimpi melanjutkan studi ke luar negeri. Rista Kmurawak bahkan menjadi penerima beasiswa S2 termuda dari LPDP. “Saya sangat bersyukur untuk kesempatan bersekolah lagi di usia yang sangat muda ini. Namun, ada sedikit ketakutan tebersit karena usia muda berarti masih banyak hal yang harus saya tambahkan pada diri saya untuk dapat bermanfaat bagi manusia lain,” ungkap Rista.Rista tertarik mengikuti program magang MSIB setelah terinspirasi beberapa kakak tingkatnya dari Universitas Cenderawasih yang mengikuti MSIB Angkatan 1 dan mendapat kesempatan mengasah soft skill serta mengikuti banyak kegiatan berskala nasional. Pada Januari 2022, Rista memberanikan diri mendaftar MSIB Angkatan 2 meski saat itu dirinya belum tahu bahwa kegiatan magang selama program MSIB berjalan dapat dikonversi hingga 20 sks. Sementara, Rista sendiri bertekad lulus dalam waktu

Humas KemendikdasmenBaca
Beasiswa Nongelar Micro Credential Dorong Transformasi Pendidikan dengan Peningkatan Kompetensi Guru
Berita 3 April 2024 (dilihat 1405 kali)3 Apr 2024

Beasiswa Nongelar Micro Credential Dorong Transformasi Pendidikan dengan Peningkatan Kompetensi Guru

Jakarta, Kemendikbudristek – Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menyelenggarakan webinar SAPA GTK yang saat ini memasuki episode ke-19, pada Kamis (28/3) lalu. Program Sapa GTK merupakan agenda webinar yang ditujukan untuk membahas isu-isu terkini terkait program utama maupun pendukung di lingkungan Ditjen GTK. Episode kali ini membahas topik “Peluang dan Dampak Nyata Program Beasiswa Nongelar Micro Credential Melalui Dana LPDP Ditjen GTK” dan ditayangkan langsung di YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Adapun narasumber yang berpartisipasi dalam agenda ini adalah Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Santi Ambarrukmi; Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Didin Nuruddin Hidayat; dan Penanggung Jawab Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Ditjen GTK, Nissa Afriliana. Melalui program ini, Ditjen GTK membuka kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk mengikuti beasiswa nongelar micro credential. Tak hanya itu, guru dan tenaga kependidikan juga dapat mengetahui informasi penting dari program, seperti tata cara pendaftaran, kebermanfaatan beasiswa micro credential bagi guru. Selain itu, juga ada cerita pengalaman dari lulusan program beasiswa micro credential sebelumnya. Bermitra dengan Kampus Terbaik Santi Ambarrukmi dalam

Humas KemendikdasmenBaca
Dorong Peningkatan SDM Bidang Dikti Timor-Leste, Pemerintah Indonesia Tawarkan Beasiswa TIAS
Berita 6 Maret 2024 (dilihat 443 kali)6 Mar 2024

Dorong Peningkatan SDM Bidang Dikti Timor-Leste, Pemerintah Indonesia Tawarkan Beasiswa TIAS

Dili, Kemdikbudristek – Pemerintah Indonesia lewat Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, menerima kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Republik Demokratik Timor-Leste, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo pada Senin (26/02).Kunjungan tersebut dalam rangka membahas mengenai tawaran beasiswa The Indonesian Aid Scholarship (TIAS) yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste. Tawaran beasiswa diberikan pada jenjang studi Diploma 4 (D4) pada Politeknik Keuangan Negara STAN, Diploma 3 (D3) pada Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), S1 pada Universitas Indonesia serta S2 pada Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai peningkatan kerjasama di bidang pengembangan sistem jenjang karier dosen di Perguruan Tinggi Timor-Leste. Atdikbud KBRI Dili, Ikhfan Haris, menyambut baik kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Republik Demokratik Timor-Leste, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo.“Pada hari ini kami menerima audiensi Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Timor-Leste, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo di Pusat Budaya Indonesia. Beberapa hal yang dibahas bersama Menteri Jose, di antaranya mengenai beasiswa TIAS dan peningkatan kerja sama sistem karier dosen di Timor-Leste,” ungkap Ikhfan Haris.Pertemuan tersebut merupakan pertemuan resmi pertama antara keduanya sejak Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains dilantik

Humas KemendikdasmenBaca
Duta Besar RI-Dili Lepas Keberangkatan Penerima Beasiswa Doktoral dan Magister di UNY
Berita 23 Februari 2024 (dilihat 18 kali)23 Feb 2024

Duta Besar RI-Dili Lepas Keberangkatan Penerima Beasiswa Doktoral dan Magister di UNY

Dili, Kemendikbudristek – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Timor-Leste pada Jumat, 16 Februari 2024 telah melaksanakan kegiatan pelepasan bagi 3 mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Pusat Budaya Indonesia. Ketiga mahasiswa penerima beasiswa tersebut terdiri dari 1 Kepala Sekolah penerima beasiswa jenjang Doktoral pada Program Studi Manajemen Pendidikan dan 2 Guru Bahasa Indonesia penerima beasiswa jenjang Magister (S2) pada Program Studi Sastra Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Para mahasiswa tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di lingkungan Kementerian Pendidikan Timor-Leste. Dalam sambutannya, Duta Besar RI-Dili, Okto Dorinus Manik, menyampaikan ucapan selamat kepada 3 penerima beasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. “Saya berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh ketiga penerima beasiswa dari UNY guna mengembangkan diri sehingga ilmu yang diperoleh dapat berkontribusi dalam membangun bangsa,” ucap Okto, pada Jumat (16/2). Dalam kesempatan yang sama, Atdikbud KBRI Dili, Ikhfan Haris, turut menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kapasitas SDM Timor-Leste khususnya bagi para pekerja professional di bidang Pendidikan. Pemberian beasiswa ini juga tidak terlepas dari upaya diplomasi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia di Timor-Leste. Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar RI-Dili, Direktur Jenderal

Humas KemendikdasmenBaca
Mahasiswa Penerima Beasiswa HEAT Tulis Buku Perspektif Kerja Sama 50 Tahun Indonesia-Korea Selatan
Berita 4 Januari 2024 (dilihat 13 kali)4 Jan 2024

Mahasiswa Penerima Beasiswa HEAT Tulis Buku Perspektif Kerja Sama 50 Tahun Indonesia-Korea Selatan

Seoul, Kemendikbudristek — Acara peluncuran dan diskusi buku "Indonesia and Korea Partnership: The Indonesian Scholar's Perspectives on 50 Year Relationship" pada 28 Desember 2023 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul menjadi acara terakhir dari rangkaian kegiatan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan tahun ini.Buku yang ditulis oleh mahasiwa Indonesia penerima beasiswa Higher Education for ASEAN Talent (HEAT) Scholars dari pemerintah Korea, diluncurkan lewat perkenalan kompilasi perspektif pada berbagai sektor mulai dari pendidikan, budaya, pertanian, kondisi kerja wanita di Korea, pemanfaatan teknologi di bidang sains, serta politik sekitar Korea dan Indonesia. Publikasi ini menampilkan wawasan berharga yang disumbangkan oleh 10 dosen asal Indonesia yang saat ini menempuh gelar Ph.D. (doctor of philosophy) di Republik Korea.Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbbud) KBRI Seoul, Gogot Suharwoto, memberikan ucapan selamat atas terbitnya buku karya mahasiswa yang spesial diseleksi oleh KCUE untuk menerima beasiswa HEAT di Korea Selatan. “Karya tulis dan diskusi merupakan proses terbaik dalam menjaga keberlanjutan ilmu pengetahuan,” ungkap Gogot Suharwoto, dalam keterangannya, pada Kamis (04/01/24).Pada saat peluncuran, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Seoul, Zelda Wulan Kartika, mengatakan bahwa karya mahasiswa penerima beasiswa HEAT, yang merupakan buku kompilasi hasil riset tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan kerja sama

Humas KemendikdasmenBaca
Beasiswa ADEM Wujudkan Transformasi Generasi Muda Papua Raih Masa Depan yang Gemilang
Berita 24 November 2023 (dilihat 14 kali)24 Nov 2023

Beasiswa ADEM Wujudkan Transformasi Generasi Muda Papua Raih Masa Depan yang Gemilang

Kabupaten Bangli, Bali, Kemendikbudristek — Kabupaten Bangli, sebuah wilayah yang berada di tengah-tengah Provinsi Bali, sehingga menjadikan wilayah ini menjadi satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki laut ataupun pantai. Kabupaten Bangli menjadi tempat menimba ilmu bagi dua orang pemuda dari Papua yang penuh semangat bernama Yulion dan Agus.Lewat dukungan pembiayaan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) Wilayah Papua yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Yulion dan Agus bergulat dengan beragam perbedaan bahasa maupun budaya di Bali, menempuh pendidikan menengah demi meraih cita-cita mereka yang lebih gemilang di masa depan.Yulion Mirin, demikian nama lengkapnya, menuturkan kisahnya sembari ditemani sejuknya hembusan udara dingin yang dibawa dari Gunung Batur. Kawasan gunung yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tersebut telah ditetapkan ditetapkan oleh UNESCO sebagai bagian dari Taman Bumi Global Geopark Network (GGN) pada tahun 2012.“Awalnya, saya tidak mengetahui ada Provinsi Bali, hanya mengenal daerah Yogyakarta,” ucap Yulion yang lahir pada tanggal 4 Juli 2006 serta dibesarkan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.Setelah dinyatakan lolos menerima Beasiswa Adem, Yulion yang merupakan alumnus Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Arso, Kabupaten Keerom, Papua, bertekad pergi ke Bali. Sesuai rujukan Pusat Pelaporan dan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Yulion menempuh pendidikan menengah Sekolah

Humas KemendikdasmenBaca
Beasiswa ADik Papua Jembatan Bagi Lunar Perdalam Minatnya terhadap Sastra Jepang
Berita 21 November 2023 (dilihat 16 kali)21 Nov 2023

Beasiswa ADik Papua Jembatan Bagi Lunar Perdalam Minatnya terhadap Sastra Jepang

Denpasar, Kemendikbudristek – Terlahir dari keluarga sederhana asal Papua, tak menghalangi Lunar Liva Lazore melanjutkan mimpinya untuk bisa ke Jepang. Mahasiswi yang kerap disapa Lunar ini merupakan salah satu penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Udayana pada program studi Sastra Jepang. Kecintaan Lunar terhadap budaya dan bahasa dari negeri Sakura itu diawali dari hobinya menyanyi lagu-lagu Jepang. “Dari SMP saya sudah mulai belajar bahasa Jepang melalui lagu, lalu di SMA saya juga masuk jurusan bahasa untuk mengasah skills kebahasaan saya. Lalu akhirnya ketika kuliah saya memutuskan untuk masuk Sastra Jepang karena saya punya mimpi untuk bisa meniti karir di sana,” ungkapnya ketika ditemui tim Kemendikbudristek di Universitas Udayana, Kota Denpasar, Kamis (15/11). Impian Lunar untuk mengambil program studi Sastra Jepang sempat ia lupakan, hal itu dikarenakan program studi tersebut hanya ada di beberapa universitas di Indonesia yang kebanyakan berlokasi di pulau Jawa dan Bali. Apalagi jika mengingat kondisi ekonomi keluarganya, ia tak pernah berpikir bisa masuk di program studi impiannya itu. Selanjutnya, ketika Lunar mengetahui bahwa dirinya lolos beasiswa ADik ia sangat senang dan bersyukur. Akhirnya dia bisa melanjutkan kuliah di program studi yang ia cita-citakan. “Puji Tuhan bisa lolos beasiswa ADik, jika tidak

Humas KemendikdasmenBaca