PORTAL MEDIA & JURNALISME EDUKASI
SEO.SCH.ID
Sumber Resmi Kemendikdasmen RI

Pendidikan Nasional

Kurasi liputan jurnalistik, siaran pers resmi, dan kabar pendidikan terverifikasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

2997 Berita TerdataTerverifikasi API
Menteri Abdul Mu’ti Dorong Penguatan Kesehatan Fisik dan Mental Anak melalui Ekosistem Pendidikan
Berita 15 September 2026 (dilihat 893 kali)15 Sep 2026

Menteri Abdul Mu’ti Dorong Penguatan Kesehatan Fisik dan Mental Anak melalui Ekosistem Pendidikan

Tangerang Selatan, Kemendikdasmen – Dalam acara peluncuran Indonesian Center for Health evidence-Informed Policy (I-CHIP), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dengan lugas mendorong penguatan kesehatan fisik dan mental peserta didik sebagai bagian penting dalam membangun Indonesia Emas 2045. Baginya, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, perguruan tinggi, media, serta kementerian dan lembaga terkait. Menteri Abdul Mu’ti menilai bahwa kesehatan tidak hanya mencakup aspek fisik semata, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual yang perlu mendapat perhatian secara seimbang. Hal tersebut menjadi semakin di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. “Ada dua hal yang utama dan sangat terkait dengan pendidikan. Pertama yaitu kesehatan secara fisik dan kedua adalah kesehatan mental atau kesehatan rohani. Dua hal ini sangat kita perlukan, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang,” ungkap Menteri Abdul Mu’ti, di Tangerang Selatan, Selasa (15/9). Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong sekolah agar tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik dalam membangun kebiasaan hidup sehat, karakter, kemampuan sosial, serta keseimbangan mental dan spiritual.

Humas KemendikdasmenBaca
Menatap Masa Depan Bangsa dari Kualitas Generasi Muda Hari Ini
Berita 15 September 2026 (dilihat 604 kali)15 Sep 2026

Menatap Masa Depan Bangsa dari Kualitas Generasi Muda Hari Ini

Bandung, 15 September 2026 — Masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan. Oleh karena itu, membangun kapasitas anak muda sejak sekarang menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, saat menutup Youth Civilization Summit 2026, rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I PP Pemuda PERSIS, di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9). Menurut Wamen Atip, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya untuk menjadi penerus, tetapi juga menjadi aktor yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Untuk itu, semangat bergerak harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir, membaca persoalan, dan melahirkan gagasan. Ia menekankan pentingnya dua kekuatan dalam diri generasi muda, yakni aktivisme dan intelektualisme. Aktivisme membuat anak muda hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat, sedangkan intelektualisme membekali mereka dengan kemampuan untuk memahami persoalan dan menentukan arah perubahan. “Wajah dan masa depan bangsa sepuluh tahun yang akan datang ditentukan oleh pemudanya hari ini,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan diri generasi muda juga perlu dibangun di atas fondasi yang kuat. Optimisme saja tidak cukup apabila tidak disertai kemampuan dan kapabilitas yang nyata. “Dari sekarang,

Humas KemendikdasmenBaca
Wamendikdasmen Dorong Penguatan Budaya Akademik dan Literasi melalui Bedah Buku Jakarta 1998
Berita 12 September 2026 (dilihat 463 kali)12 Sep 2026

Wamendikdasmen Dorong Penguatan Budaya Akademik dan Literasi melalui Bedah Buku Jakarta 1998

Kemendikdasmen, 12 September 2026—Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat membuka secara resmi kegiatan Bedah Buku Jakarta 1998: Dari Soeharto ke Habibie (Krisis Ekonomi, Tragedi Trisakti, dan Jatuhnya Orde Baru) yang diselenggarakan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FPIPS UPI tersebut menjadi ruang akademik untuk mengkaji kembali salah satu periode penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Melalui kegiatan ini, sivitas akademika diajak untuk melihat peristiwa 1998 tidak hanya sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi generasi masa kini. Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik, budaya membaca, dan kemampuan berpikir kritis di lingkungan perguruan tinggi. Buku Jakarta 1998 mengangkat berbagai dinamika yang terjadi pada masa peralihan pemerintahan dari Presiden Soeharto kepada Presiden B.J. Habibie. Sejumlah peristiwa penting dibahas dalam buku tersebut, mulai dari krisis ekonomi dan moneter, Tragedi Trisakti, gerakan mahasiswa, hingga berakhirnya pemerintahan Orde Baru. Pengkajian terhadap rangkaian peristiwa tersebut menjadi penting karena perubahan yang terjadi pada 1998 turut membentuk kehidupan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia hingga saat ini. Oleh karena itu, bedah buku menjadi ruang yang relevan untuk mempertemukan pengetahuan sejarah dengan perspektif akademik dan pengalaman generasi yang mengalaminya secara langsung. Dalam

Humas KemendikdasmenBaca
Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah, Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi
Berita 8 September 2026 (dilihat 1486 kali)8 Sep 2026

Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah, Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi

Riyadh, 8 September 2026 – Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma’ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma’ah pada tanggal 6 September 2026. Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma’ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma’ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya. Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. "Penghargaan peserta yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,” ungkap Irfan. Sementara itu, Rektor Universitas Majma’ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara. “Bersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,” tutur Saleh. “Selain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran

Humas KemendikdasmenBaca