Opini & Editorial Feature
Wadah pemikiran merdeka, ulasan kritis kebijakan pendidikan, dan esai reflektif siswa serta dewan guru.
Jarak Bukan Penghalang, SMKN 7 Jayapura Fasilitasi Murid Ikuti TKA 2026
Jayapura, Papua, Kemendikdasmen - Jarak dan keterbatasan geografis tidak menyurutkan semangat murid SMK Negeri 7 Agribisnis dan Agroteknologi Jayapura untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Berada di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini, tepatnya di Skow Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sekolah ini menghadirkan berbagai fasilitas dan pendampingan agar seluruh murid dapat mengikuti TKA dengan optimal. Untuk mendukung kesiapan peserta, sekolah memfasilitasi murid menginap selama empat hari tiga malam. Selama berada di sekolah, mereka mendapatkan pengayaan materi, simulasi pelaksanaan ujian, hingga pemeriksaan kesehatan melalui kerja sama dengan puskesmas setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan akademik sekaligus kondisi fisik murid sebelum mengikuti TKA. Fasilitas tersebut juga menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kondisi murid yang sebagian besar tinggal jauh dari lingkungan sekolah. Tidak sedikit dari mereka yang harus berjalan kaki selama beberapa kilometer untuk mencapai sekolah. Sebagian lainnya juga membantu orang tua berkebun maupun berburu di hutan. Kepala SMK Negeri 7 Agribisnis dan Agroteknologi Jayapura, Gerda Wali, menjelaskan bahwa kebijakan menginapkan murid merupakan tradisi sekolah yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Pelaksanaannya pun selalu mendapat persetujuan penuh dari orang tua. “Anak-anak kami inapkan di sekolah, tetapi tetap atas persetujuan penuh orang tua. Ini sudah menjadi tradisi di sekolah
Di Hadapan Guru, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tetap Menjadi Murid
Jakarta, 1 November 2026 – Ada momen ketika jabatan dan pencapaian seolah sejenak terlupakan. Hal yang teringat adalah kenangan, rasa hormat, dan ikatan antara seorang murid dengan guru yang pernah membimbingnya. Suasana itulah yang tergambar ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bertemu kembali dengan dua guru yang pernah mendidiknya di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Kudus, dahulu bernama MAN Purwodadi Filial di Kudus, dalam pembukaan Bulan Guru Nasional 2026 di SMP Negeri 216, Jakarta, Jumat (30/10). Kedua guru tersebut adalah Lilik Puspita, guru Matematika dan Firdaus, guru Olahraga. Pertemuan itu membawa kembali kenangan tentang Abdul Mu’ti semasa sekolah. Di mata kedua gurunya, ia bukanlah seorang menteri, melainkan murid yang tekun belajar, gemar membaca, dan memiliki sikap rendah hati. Bagi Firdaus, ada satu kebiasaan Abdul Mu’ti yang masih lekat dalam ingatannya hingga kini, yaitu kegemarannya membaca. Sejak sekolah, Mendikdasmen sudah dikenal sebagai murid yang tekun belajar dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Bahkan, kebiasaan membaca itu tidak hanya dilakukan di sekolah. “Pak Mu’ti sejak dulu memang dikenal sebagai anak yang tekun belajar. Kegemarannya membaca sudah terlihat sejak masih sekolah. Saya masih ingat, beberapa kali saya memergoki beliau membeli buku-buku berbahasa Inggris di lapak-lapak buku. Itu menunjukkan bahwa
Mendikdasmen Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan
Yogyakarta, 31 Oktober 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ajakan tersebut disampaikan pada Wisuda Sarjana UCY, di Yogyakarta, Sabtu (31/10). Abdul Mu’ti mengatakan, kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan kunjungannya ke hampir seluruh provinsi selama menjabat sebagai Mendikdasmen, ia melihat secara langsung kondisi pendidikan yang belum merata di berbagai wilayah. “Alhamdulillah, saya melihat langsung bagaimana pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia dan memang kesenjangan itu masih ada,” ungkapnya. Menurutnya, para sarjana memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. “Karena itu maka sebagai sarjana, saudara-saudara memiliki tugas kebangsaan yang sangat mulia untuk bersama-sama dengan kami, bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa Indonesia berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya. Salah satu bentuk kontribusi yang ditawarkan Kemendikdasmen adalah kesempatan bagi para lulusan untuk menjadi relawan pendidikan maupun guru yang membantu memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Ia juga menyampaikan peluang tes CPNS
Kemendikdasmen Tekankan Literasi Media untuk Bentuk Anak Berpikir Kritis & Bijak di Ruang Digital
Jakarta, 30 Oktober 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya penguatan literasi media dan informasi melalui pendidikan untuk membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta menggunakan teknologi digital secara bijak dan aman. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Nasional dan Lokakarya Penguatan Literasi Media dan Informasi melalui Pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 (Global Media and Information Literacy Week 2026), di Kemendikdasmen, Kamis (29/10). Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Yudhistira Nugraha, mengatakan bahwa anak-anak saat ini tumbuh bersama internet, media sosial, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Meskipun memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi dengan cepat, anak-anak belum tentu memahami risiko dan dampak penggunaannya sehingga tetap membutuhkan pendampingan dari orang tua dan pendidik. “Walaupun anak-anak kita mampu menggunakan teknologi, belum tentu mereka mampu untuk menggunakannya dengan bijak dan aman,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penguatan kemampuan berpikir kritis diperlukan agar anak tidak menerima begitu saja informasi yang diperoleh melalui teknologi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah guided learning, yang mendorong siswa untuk berpikir dan menemukan jawaban dengan panduan. “Kalau guided learning itu artinya kalau dia menanyakan satu tambah satu, tidak akan pernah dijawab sama dengan dua.
Mendikdasmen Ajak Mahasiswa Sampaikan Penyimpangan Kebijakan Pendidikan
Surakarta, 30 Oktober 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak mahasiswa berperan aktif menyampaikan berbagai persoalan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di lapangan. Ia menegaskan, setiap laporan yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu disertai data pendukung agar dapat dipertanggungjawabkan dan dapat ditindaklanjuti. Hal tersebut disampaikan dalam Silaturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (BEM PTMA) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10). “Silakan rekan-rekan mahasiswa kalau ada penyimpangan-penyimpangan terkait dengan kebijakan-kebijakan, sampaikan, kemudian berikan kami datanya, kami akan tindak lanjuti,” ujarnya. Ia menjelaskan, laporan masyarakat menjadi salah satu sumber informasi bagi Kemendikdasmen untuk mengetahui persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Abdul Mu’ti mencontohkan laporan mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang kemudian ditindaklanjuti melalui investigasi. Ia pun mengajak mahasiswa menyampaikan temuan serupa dengan disertai bukti dan informasi yang jelas. Abdul Mu’ti juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga penggunaan uang rakyat agar tidak disalahgunakan. “Dan inilah komitmen kami, sesuai dengan arahan Pak Presiden, jangan sampai ada satu rupiah pun uang rakyat yang ditilep,” ujarnya. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran sebagai kekuatan moral yang menyuarakan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan hak-hak mereka. Ia berharap gerakan mahasiswa tetap berlandaskan pengetahuan, analisis
UNESCO Luncurkan Panduan Keluarga Era Digital, Kemendikdasmen Dorong Literasi Media Anak
Jakarta, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penguatan literasi media dan informasi melalui peluncuran panduan keluarga UNESCO edisi bahasa Indonesia, Growing Up in a Connected World: A Family Guide for the Digital Age. Panduan ini diharapkan membantu orang tua dan pendidik mendampingi anak menggunakan teknologi secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Peluncuran berlangsung dalam rangka Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 di Jakarta, Kamis (29/10), melalui kolaborasi UNESCO, Kemendikdasmen, dan Yayasan AIERA. Panduan tersebut membahas kebiasaan digital yang sehat, perlindungan privasi, disinformasi, perundungan siber, hingga penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Fadli Zon, menegaskan bahwa literasi media tidak sebatas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, menghormati perbedaan, serta menggunakan informasi secara etis dan bertanggung jawab. Menurutnya, ruang digital juga merupakan ruang budaya tempat nilai dan identitas dibentuk. Karena itu, keluarga perlu mendampingi anak membangun etika digital. “Orang tua tidak harus menguasai seluruh teknologi, tapi perlu hadir sebagai pendamping,” tuturnya. Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa literasi media dan informasi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, pendidik, keluarga, masyarakat sipil, perusahaan teknologi, dan kaum muda. Anak perlu dibekali kemampuan mengevaluasi
Penerima Penghargaan Bulan Bahasa 2026 Jadikan Apresiasi sebagai Motivasi Merawat Bahasa Indonesia
Jakarta, 29 Oktober 2026 - Penghargaan dalam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 menjadi apresiasi atas upaya berbagai pihak dalam menggunakan dan memartabatkan bahasa Indonesia. Bagi para penerima, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam pemberitaan media massa maupun dalam kegiatan pelestarian bahasa di kalangan generasi muda. Salah satu penerima penghargaan, Dodi Esvanti, Koordinator Liputan Tribunnews.com, mengatakan bahwa penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik pada Media Massa Daring menjadi dorongan bagi pihaknya untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dalam pemberitaan. Menurut Dodi, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan sehari-hari, bukan pada satu karya jurnalistik tertentu. Hal ini menjadikan penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap konsistensi media dalam menggunakan bahasa Indonesia. “Penghargaan ini menjadi pemacu motivasi bagi kami di Tribunnews, khususnya untuk terus menggunakan bahasa Indonesia sebaik-baiknya dalam pemberitaan,” ujar Dodi. Ia juga mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, penggunaan bahasa Indonesia yang baik perlu menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam penyampaian informasi kepada publik. Sementara itu, Duta Bahasa Nasional 2025, Fika Miranda Putri, memandang Bulan Bahasa dan Sastra sebagai ruang bagi para pegiat bahasa dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga sastrawan, untuk bertemu,
Berkat Persiapan Matang, Murid SMA Negeri 1 Arso Percaya Diri Hadapi TKA
Kabupaten Keerom, Papua, Kemendikdasmen — Penyelenggaraan TKA yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi wujud nyata upaya pengukuran capaian akademik murid yang objektif dan terstandar secara nasional. Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah melakukan pemantauan pelaksanaan TKA di sejumlah satuan pendidikan yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Salah satu sekolah yang dipantau adalah SMA Negeri 1 Arso, Kabupaten Keerom, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG). Di sekolah ini, para murid menunjukkan antusiasme mengikuti TKA sebagai bagian dari upaya mengenali kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kepala SMA Negeri 1 Arso, Marlina Abidondifu menyampaikan bahwa para murid telah mempersiapkan diri sejak jauh hari melalui uji coba dan latihan soal TKA. Pihak sekolah bersama para guru juga memberikan bimbingan belajar tambahan serta motivasi agar murid lebih siap dan percaya diri. “Anak-anak sangat antusias mempersiapkan diri. Mereka mengikuti uji coba dan mengerjakan contoh-contoh soal TKA untuk mengetahui kemampuan akademik sebagai langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungkap Marlina. Guru mata pelajaran yang diujikan, Ani Supriyatini menambahkan bahwa sebagian besar materi yang diujikan