Maulid Nabi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Perempuan Perluas Ruang dalam Pendidikan dan Keilmuan
Jakarta, 2 September 2026 — Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk memuliakan manusia dan membuka ruang kesetaraan bagi perempuan. Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad saw. yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Badri Munir Sukoco dan jajaran Kemendikdasmen serta seluruh pegawai pada Rabu (2/9) di Masjid Baitul Tholibin, Jakarta. Dalam tausiyahnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ruang agama, pendidikan, dan keilmuan tidak semestinya hanya menjadi ruang bagi laki-laki. Perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi, berprestasi, serta mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. “Ruang-ruang agama itu tidak boleh dan tidak seharusnya hanya dimiliki oleh para laki-laki,” ujarnya. Menurut Abdul Mu'ti, pesan tersebut sejalan dengan salah satu nilai penting yang dapat dipetik dari sejarah kerasulan Nabi Muhammad saw., yakni penghormatan terhadap manusia dan pengangkatan harkat serta martabat perempuan. Mendikdasmen menjelaskan bahwa dalam sejarah perempuan pernah ditempatkan sebagai second gender atau second class society. Perempuan dianggap berada pada kelas kedua, bahkan dipandang sebagai penghambat. Kehadiran Islam melalui Rasulullah Muhammad saw., justru membawa misi untuk memuliakan manusia dan mengangkat harkat serta martabat perempuan. Nilai tersebut, lanjutnya, perlu diterjemahkan
Jakarta, 2 September 2026 — Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk memuliakan manusia dan membuka ruang kesetaraan bagi perempuan. Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad saw. yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Badri Munir Sukoco dan jajaran Kemendikdasmen serta seluruh pegawai pada Rabu (2/9) di Masjid Baitul Tholibin, Jakarta. Dalam tausiyahnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ruang agama, pendidikan, dan keilmuan tidak semestinya hanya menjadi ruang bagi laki-laki. Perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi, berprestasi, serta mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. “Ruang-ruang agama itu tidak boleh dan tidak seharusnya hanya dimiliki oleh para laki-laki,” ujarnya. Menurut Abdul Mu'ti, pesan tersebut sejalan dengan salah satu nilai penting yang dapat dipetik dari sejarah kerasulan Nabi Muhammad saw., yakni penghormatan terhadap manusia dan pengangkatan harkat serta martabat perempuan. Mendikdasmen menjelaskan bahwa dalam sejarah perempuan pernah ditempatkan sebagai second gender atau second class society. Perempuan dianggap berada pada kelas kedua, bahkan dipandang sebagai penghambat. Kehadiran Islam melalui Rasulullah Muhammad saw., justru membawa misi untuk memuliakan manusia dan mengangkat harkat serta martabat perempuan. Nilai tersebut, lanjutnya, perlu diterjemahkan
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen).
Untuk membaca naskah rujukan lengkap dan siaran pers aslinya, silakan akses portal resmi Kemendikdasmen melalui tombol rujukan sumber asli di bawah ini.
Rujukan Sumber Resmi Kemendikdasmen
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Anda dapat membaca naskah rujukan dan siaran pers lengkap langsung dari portal resmi.
Baca Sumber Asli (Kemendikdasmen)Humas Kemendikdasmen
Dewan RedaksiSumber Resmi
Aktif menulis dan meliput agenda sekolah, inovasi sains, serta dinamika pendidikan di rubrik Berita 2 September 2026 (dilihat 939 kali).