PORTAL MEDIA & JURNALISME EDUKASI
SEO.SCH.ID
Sumber Resmi Kemendikdasmen RI

profil

Kurasi liputan jurnalistik, siaran pers resmi, dan kabar pendidikan terverifikasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

7 Berita TerdataTerverifikasi API
Membentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila Melalui Parade Dongeng Nusantara
Berita 28 November 2023 (dilihat 39 kali)28 Nov 2023

Membentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila Melalui Parade Dongeng Nusantara

Jakarta, Kemendikbudristek --- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menggelar acara Parade Dongeng Nusantara Bersama Sahabat Karakter dalam rangka merayakan Hari Anak Sedunia dan Hari Dongeng Nasional Tahun 2023. Acara berlangsung pada Selasa, (28/11) di Aula Graha Utama Kemendikbudristek. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk karakter Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik melalui cerita-cerita positif dari dongeng.“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang sangat berharga untuk masa depan bangsa Indonesia. Kita perlu bergerak bersama untuk menyiapkan anak kita di masa depan agar menjadi anak yang cerdas dan berkarakter yang memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila,” ujar Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami.Meluangkan waktu 5 hingga 10 menit untuk berdongeng kepada anak dapat membangun kenangan manis yang akan berdampak kepada pembentukan karakter positif anak. Penyelenggaraan Parade Dongeng Nusantara Bersama Sahabat Karakter diharapkan dapat memberikan manfaat dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak dengan cara yang menyenangkan.“Tindak lanjutnya sebenarnya kita ingin mengedukasi seluruh guru dan juga orang tua untuk terus membacakan dongeng dan buku cerita, karena itulah langkah kecil yang bisa kita lakukan supaya anak juga selalu berimajinasi dan menjadi modal besar anak-anak kita untuk memiliki karakter yang kreatif sesuai dengan profil belajar Pancasila,” ujar Rusprita.Acara ini menghadirkan 70 orang

Humas KemendikdasmenBaca
Sekolah Indonesia Riyadh Gelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Seri Kedua Integratif
Berita 3 Oktober 2023 (dilihat 13 kali)3 Okt 2023

Sekolah Indonesia Riyadh Gelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Seri Kedua Integratif

Riyadh, Kemendikbudristek --- Sekolah Indondsia Riyadh (SIR) menggelar puncak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) seri kedua secara integratif di Lapangan Bung Karno, SIR, pada Rabu, (27/9). Selain dihadiri warga internal SIR, kegiatan juga dihadiri dua pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Ketua Komite SIR."Kegiatan P5 kita kali ini mengintegrasikan dua tema, Suara Demokrasi dan Berkebhinekaan Global," papar kepala SIR, Mustajib, dalam sambutannya.Lebih lanjut, Mustajib memaparkan bahwa untuk tema Suara Demokrasi, kegiatannya berupa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Ketos dan Waketos) masa bhakti 2023-2024.Disampaikan, kegiatan pemilihan ketos dan wakatos diawali dengan Sosialisasi Pemilih Pemula dari PPLN KBRI Riyadh, dilanjutkan dengan kampanye dan debat para pasangan calon (paslon) ketos dan waketos. "Saat pemilihan nanti, pilihlah ketos dan waketos yang kalian anggap paling baik," pesan Mustajib.Sebelum kegiatan debat paslon, terlebih dahulu dilaksanakan fashion show pakaian adat berbagai daerah, oleh siswa-siswi SD Kelas 1 sampai dengan kelas 4. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan tema berkhebinekaan global.Selain memperagakan pakaian adat, masing-masing peraga pakaian adat melatih kemampuan public speaking dengan menjawab pertanyaan-perranyaan singkat dari master ceremony (MC). "Ini pakaian adat dari Sulawesi," jawab Ayra saat ditanya MC Samar Solechan yang memakai pakaian adat Jawa Tengah.Setelah para paslon dan panelis dari

Humas KemendikdasmenBaca
Projek Profil Pelajar Pancasila, SMPN 39 Padang Ubah Sampah Jadi Karya
Berita 8 Agustus 2022 (dilihat 18 kali)8 Agu 2022

Projek Profil Pelajar Pancasila, SMPN 39 Padang Ubah Sampah Jadi Karya

Padang, Kemendikbudristek --- SMP Negeri 39 Padang merupakan salah satu Sekolah Penggerak di Provinsi Sumatra Barat yang berlokasi di pinggir pantai, tepatnya di Pantai Purus, Kota Padang. Sekolah ini berhasil menerapkan projek profil pelajar Pancasila dengan mengambil tema kewirausahaan. Siswa SMPN 39 Padang berhasil menyulap sampah langkitang yang banyak ditemukan di sepanjang pinggir pantai, menjadi produk kerajinan yang mempunyai nilai jual. Langkitang (melanoides tuberculata) merupakan jenis siput air tawar yang hidup di danau, sungai, hingga muara. Cangkang langkitang berwarna hitam dengan bentuk memanjang dan ramping. Isi (moluska) di dalam cangkangnya bisa disantap sebagai kudapan. Langkitang menjadi salah satu kudapan favorit yang dijual pedagang makanan di sepanjang Pantai Padang, sehingga banyak sampah dari cangkang langkitang yang berserakan di pinggir pantai. Kepala SMPN 39 Padang, Erawati, mengatakan untuk projek profil pelajar Pancasila, SMPN 39 Padang memilih tema kewirausahaan dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar yang memiliki nilai jual. Mereka pun lalu memanfaatkan sampah langkitang. Erawati menceritakan kisah awal dirinya terinspirasi untuk mengolah sampah langkitang menjadi karya atau produk yang memiliki nilai jual. “Jadi sudah lama saya perhatikan. Banyak sampah kulit langkitang hampir di sepanjang pantai, tapi pemulung tidak terpikir untuk mengambilnya. Lalu saya berpikir, kenapa ini tidak dimanfaatkan? Jadi saya

Humas KemendikdasmenBaca
Praktik Baik Penerapan Profil Pelajar Pancasila di YPSIM Medan
Berita 17 Januari 2022 (dilihat 368 kali)17 Jan 2022

Praktik Baik Penerapan Profil Pelajar Pancasila di YPSIM Medan

Medan, Kemendikbudristek --- Kepala Badan Standar Kurikulum, Asesmen, dan Perbukuan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo mengunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jumat (14/1). Yayasan ini adalah salah satu lembaga pendidikan yang telah menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila dengan baik sejak lama. Kerja sama lintas budaya dan agama yang dikelola yayasan ini selama bertahun-tahun baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional menjadi bukti eksistensi sekolah tersebut. Rombongan BSKAP disambut Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan selaku pendiri yayasan. Selain itu juga terdapat kepala sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Sebelum meninjau sekolah, rombongan yang terdiri dari Kepala BSKAP, Sekretaris BSKAP, dan staf Kemendikbudristek, melihat proses kedatangan siswa. Para siswa tampak bersemangat memasuki pintu sekolah disambut guru kelasnya masing-masing. Guna mencegah penularan Covid-19, penerapan protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik di sekolah. Memakai masker serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah rutinitas wajib yang dilakukan siswa sebelum masuk ke dalam kelas. Harmoni kebinekaan dalam suasana yang damai terasa ketika memasuki gedung sekolah yang berdiri sejak tahun 1987 di lahan seluas 1.500 meter persegi tersebut. Di lobi sekolah, terdapat hiasan pohon Mei

Humas KemendikdasmenBaca
Portal Praktik Baik Liga Kampanye Kuatkan Karakter Profil Pelajar Pancasila
Berita 21 September 2021 (dilihat 111 kali)21 Sep 2021

Portal Praktik Baik Liga Kampanye Kuatkan Karakter Profil Pelajar Pancasila

Jakarta, Kemendikbudristek --- Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan sebuah aplikasi bernama Portal Praktik Baik Liga Kampanye Penguatan Karakter, secara virtual, siang tadi, Sabtu (18/9), sebagai upaya mendorong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.Portal ini merupakan wadah berkumpul dan berbagi praktik baik penguatan karakter yang telah dilakukan oleh para Sahabat Karakter di seluruh Indonesia. Sebagian dari Sahabat Karakter adalah Agen Penguatan Karakter (APK) yang berasal dari unsur guru dan kepala sekolah yang berdedikasi, inspiratif, dan inovatif. Liga kampanye penguatan karakter adalah sebuah ajang kompetensi APK dalam mengkampanyekan penguatan karakter.Pada kesempatan ini, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti, pada saat peluncuran portal menyampaikan bahwa keberadaan portal ini sebagai bukti dan semangat bagi para pemangku kepentingan, pendidik, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan, dan semua masyarakat umum dalam memberikan praktek baik penguatan karakter khususnya, profil Pelajar Pancasila.Mengingat, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan, di mana siapapun dapat berbagi, khususnya hal yang menarik dan saling menginspirasi satu dan lainnya. “Portal ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk berbagi dan membangun karakter anak anak bangsa,” tekan dia.Lebih lanjut, ia berharap, program penguatan karakter akan melibatkan lebih banyak lagi anak-anak yang saling menginspirasi, dan mengingatkan untuk dapat memajukan satu sama lain. “Strategi

Humas KemendikdasmenBaca
Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Lokakarya Wawasan Aksi Kebangsaan
Berita 27 Agustus 2021 (dilihat 110 kali)27 Agu 2021

Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Lokakarya Wawasan Aksi Kebangsaan

Purwakarta, 27 Agustus 2021 --- Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong lahirnya agen perubahan yang sejalan dengan “Profil Pelajar Pancasila”.Upaya tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Wawasan Aksi Kebangsaan (WAK) Tahap I yang ditujukan untuk pembina kesiswaan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Lokakarya ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan pemahaman konsep nilai Bela Negara untuk ketahanan nasional kepada para pembina ekstrakurikuler di SMA,” ungkap Direktur SMA, Suhartono Arham saat memberikan sambutan dalam pembekalan lokakarya.Seiring dengan hadirnya era kebiasan baru pada masa pandemi Covid-19, lanjut Suhartono, sosialisasi wawasan aksi kebangsaan tentu membutuhkan strategi dan implementasi yang lebih baik. “Untuk itu, melalui lokakarya ini kami hadir agar Bapak/Ibu dapat menjadikan Pancasila sebagai benteng utama para siswa daladianm menghadapi krisis identitas serta menyadarkan peserta didik terhadap pentingnya berbagai aksi kebangsaan,” lanjutnya.Untuk itu, Suhartono berharap melalui lokakarya ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman terkait teknik-teknik dalam membentuk pola pikir dan sikap siswa, serta bagaimana membentuk peserta didik menjadi agen perubahan untuk melaksanakan Aksi Kebangsaan dengan memberdayakan ekosistem sekolah.Senada dengan itu, Plt. Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan, menyampaikan bahwa

Humas KemendikdasmenBaca
Pekan Sahabat Karakter 2020 Gambarkan Profil Pelajar Pancasila
Berita 11 Desember 2020 (dilihat 192 kali)11 Des 2020

Pekan Sahabat Karakter 2020 Gambarkan Profil Pelajar Pancasila

Jakarta, 10 Desember 2020 --- Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Pekan untuk Sahabat Karakter (Pusaka) 2020. Berbagai kegiatan yang terkait dengan pendidikan karakter digelar pada 10 hingga 12 Desember 2020. Salah satu acaranya adalah seminar virtual nasional Pusaka yang mengangkat tema “Generasi Cerdas Berkarakter Indonesia Maju Bermartabat”. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, dalam seminar tersebut menyatakan, Sistem Pendidikan Nasional mengedepankan nilai-nilai ketuhanan yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia serta unggul dalam inovasi dan teknologi. “Melalui profil Pelajar Pancasila, akan mampu menghasilkan generasi muda yang bisa menghadapi tantangan global dan revolusi industri 4.0,” ucap Mendikbud dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Kamis (10/12). Menteri Nadiem menjelaskan, profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Ia menyebut, profil Pelajar Pancasila memiliki enam nilai utama. Pertama, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Kedua, berkebinekaan global. “Yaitu mampu mencintai keberagaman dan berpartisipasi dalam kompentensi, mampu memproses informasi secara kritis, serta dapat berkomunikasi dengan baik antar agama dan ras masyarakat di Indonesia,” jelasnya. Ketiga, yaitu gotong royong. Menurut Mendikbud, gotong royong adalah salah satu unsur yang harus dimiliki seseorang agar dapat berkolaborasi dan

Humas KemendikdasmenBaca