PORTAL MEDIA & JURNALISME EDUKASI
SEO.SCH.ID
Sumber Resmi Kemendikdasmen RI

daerah

Kurasi liputan jurnalistik, siaran pers resmi, dan kabar pendidikan terverifikasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

89 Berita TerdataTerverifikasi API
Kemendikdasmen Perkuat Calon Fasilitator Daerah Guna Optimalkan BOSP Kinerja Terbaik 2026
Berita 23 Juli 2026 (dilihat 2655 kali)23 Jul 2026

Kemendikdasmen Perkuat Calon Fasilitator Daerah Guna Optimalkan BOSP Kinerja Terbaik 2026

Kabupaten Bandung Barat, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Calon Fasilitator Daerah dalam rangka pendampingan satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik Tahun 2026. Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa calon fasilitator daerah memiliki peran penting dalam memastikan implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026 berjalan tepat sasaran, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Jawa Barat. “Implementasi BOSP tidak lagi semata-mata untuk menjamin akses pendidikan. Hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 8 Tahun 2026 yang berharap BOSP dapat menjadi instrumen pendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/7). Lebih lanjut, Wamen Fajar menuturkan distribusi penerima BOSP Kinerja Tahun 2026 telah mencerminkan pendekatan berbasis kinerja. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan dana BOSP tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kepemimpinan kepala sekolah, transparansi pengelolaan keuangan, serta partisipasi aktif masyarakat melalui komite sekolah. “Kami berharap implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026 mampu meningkatkan jumlah sekolah berkinerja tinggi di Jawa Barat.

Humas KemendikdasmenBaca
Tasyakuran Hardiknas 2026: Kemendikdasmen Beri Penghargaan Daerah dengan Validitas Data Terbaik
Berita 28 Mei 2026 (dilihat 1098 kali)28 Mei 2026

Tasyakuran Hardiknas 2026: Kemendikdasmen Beri Penghargaan Daerah dengan Validitas Data Terbaik

Jakarta, 28 Mei 2026 – Rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Tasyakuran Hardiknas 2026. Pada kegiatan ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada Pemerintah Daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik) tahun 2025. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan. “Rendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,” ujar Wibowo di Jakarta. Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten. “Dengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,” tambahnya. Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang

Humas KemendikdasmenBaca
Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Kota Singkawang Hidupkan Promosi Budaya Melayu
Berita 4 Mei 2026 (dilihat 1810 kali)4 Mei 2026

Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Kota Singkawang Hidupkan Promosi Budaya Melayu

Kota Singkawang, Kalimantan Barat, 4 Mei 2026 — Kota Singkawang menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang serius menjaga warisan budaya secara terarah dan kolaboratif. Upaya menjaga keberagaman bahasa dan memperkuat jati diri budaya kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kota Singkawang bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Melalui kolaborasi yang kian solid, revitalisasi bahasa daerah tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata yang menyentuh ruang budaya dan pendidikan sekaligus. Komitmen ini tercermin dalam gelaran tradisi Belarak Pengantin dan Saprahan di Rumah Melayu, yang tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum strategis untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di tengah masyarakat. Tradisi ini menghadirkan nilai-nilai kebersamaan, tata krama, dan identitas Melayu yang terus dijaga lintas generasi. Pemerintah Kota Singkawang menekankan pentingnya mengadaptasi pelestarian budaya dengan perkembangan zaman. Di era digital, promosi budaya tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional, tetapi perlu diperkuat melalui media sosial agar lebih dekat dengan generasi muda. “Saprahan ini bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga ruang edukasi budaya. Kami ingin nilai-nilainya terus hidup dan dikenal luas, termasuk melalui media sosial, agar generasi muda merasa memiliki dan bangga terhadap warisan budayanya,” tegas Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Dari sisi kebijakan nasional, Kepala Badan

Humas KemendikdasmenBaca
Kemendikdasmen Berikan Relaksasi Dana BOSP 2026, Jaga Keberlangsungan Layanan Pendidikan di Daerah
Berita 10 April 2026 (dilihat 4935 kali)10 Apr 2026

Kemendikdasmen Berikan Relaksasi Dana BOSP 2026, Jaga Keberlangsungan Layanan Pendidikan di Daerah

Jakarta, 10 April 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan kebijakan relaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam penyelenggaraan pendidikan. Kebijakan ini membantu menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, termasuk mendukung tenaga pendidik di daerah yang mengalami keterbatasan pembiayaan. Relaksasi merupakan solusi sementara dan terbatas. Kebijakan ini berfungsi sebagai penyangga dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah, bukan kebijakan permanen dan bukan dijadikan alasan bagi pemerintah daerah untuk mengurangi komitmen pembiayaan pendidikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah tetap diharapkan menjaga komitmen kuat terhadap pembiayaan pendidikan secara berkelanjutan. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menyatakan satuan pendidikan saat ini menghadapi berbagai dinamika dan tantangan. Di satu sisi, dituntut terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat capaian literasi dan numerasi, serta mendorong pemerataan layanan pendidikan. Namun di sisi lain, sekolah juga dihadapkan pada kebutuhan operasional yang semakin kompleks, termasuk dalam pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan. “Kita juga memahami bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendukung layanan pendidikan, dengan kondisi fiskal yang beragam di masing-masing daerah,” kata Gogot dalam Webinar Kebijakan BOSP 2026 dengan tema "Meningkatkan Layanan, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" di

Humas KemendikdasmenBaca
Alumni Pejuang Digital Siap Bertugas, Perkuat Pembelajaran di Daerah 3T
Berita 8 April 2026 (dilihat 1000 kali)8 Apr 2026

Alumni Pejuang Digital Siap Bertugas, Perkuat Pembelajaran di Daerah 3T

Jakarta, 7 April 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta menutup rangkaian pembekalan Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital Tahun 2026 yang diikuti oleh 150 alumni penerima beasiswa negara. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi pembelajaran digital sekaligus menghadirkan inspirasi bagi satuan pendidikan di berbagai daerah, khususnya wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selama tujuh hari pembekalan, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, tetapi juga ditempa secara mental untuk menghadapi berbagai kondisi di lokasi pengabdian. Program ini dirancang agar para alumni siap beradaptasi dan mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat satuan pendidikan. Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, menegaskan bahwa peran para alumni dalam program ini adalah menjadi penggerak perubahan di tingkat tapak. “Tugas kita adalah memotivasi, memfasilitasi, dan memprovokasi kebaikan. Sekarang kita punya alat-alat canggih. Saya menganjurkan agar kalian benar-benar menjadi agen perubahan di daerah,” ujarnya saat menutup kegiatan pembekalan. Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menekankan bahwa kontribusi utama para peserta tidak hanya terletak pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kisah perjuangan yang mereka miliki. Ia menyampaikan bahwa kehadiran para alumni di daerah dapat membuka

Humas KemendikdasmenBaca
Rakor Direktorat SMP Kemendikdasmen Tahun 2026 Kuatkan Sinergi Pusat dan Daerah
Berita 5 Maret 2026 (dilihat 1484 kali)5 Mar 2026

Rakor Direktorat SMP Kemendikdasmen Tahun 2026 Kuatkan Sinergi Pusat dan Daerah

Jakarta, Kemendikdasmen — Peningkatan cakupan serta kualitas layanan pendidikan, harus menjadi komitmen bersama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat pada Rapat Koordinasi (Rakor) Direktorat Sekolah Menengah Pertama Dirjen PAUD Dikdasmen Tahun 2026, Senin (2/3). Dijelaskan Wamen Atip bahwa masih ada kendala yang perlu diselesaikan yakni terkait dengan koordinasi kewenangan pemerintah pusat dan daerah. Sinergi dan koordinasi yang tidak terjalin dengan baik akan menyebabkan pengelolaan pendidikan yang bermutu tidak tercapai. “Maka hadirnya Kepala Dinas yang diwakili oleh Kabag dan Kasubag SMP yang hadir pada sore hari ini, untuk memastikan bagaimana pelaksanaan kewenangan ini tidak overlap, atau bahkan kewenangan itu berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi,” jelas Wamen Atip. Setiap program yang dirancang benar-benar harus berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan. Orientasinya bukan pada serapan anggaran atau pelaksanaan kegiatan, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah di satuan pendidikan seluruh Indonesia. “Mengidentifikasi tantangan di lapangan serta merumuskan solusi yang adaptif dan kontekstual. Rapat koordinasi ini harus menghasilkan solusi, koordinasi tanpa solusi, hanya basa-basi,” ujar Wamen Atip. Selanjutnya, kegiatan Rapat Koordinasi ini memiliki arti strategis untuk

Humas KemendikdasmenBaca
Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif di Daerah 3T
Berita 1 Maret 2026 (dilihat 10334 kali)1 Mar 2026

Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif di Daerah 3T

Kab. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kemendikdasmen — Program Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak positif, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) per 17 Februari 2026, alokasi IFP untuk jenjang SD mencapai 149.268 satuan pendidikan dan telah terealisasi 100 persen pengiriman. Selain itu, dukungan perangkat pendukung seperti laptop, media penyimpanan, internet, serta intervensi listrik juga terus diperkuat guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal di sekolah. Salah satu penerima manfaat program Digitalisasi Pembelajaran dari Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, Kepala SD Negeri 002 Tiong Ohang, Yani, menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran di sekolahnya. “Pembelajaran sebelumnya terbatas pada metode ceramah dan mencatat di buku. Setelah ada IFP, pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa dapat menggunakan papan sentuh, dan guru juga dapat memanfaatkan berbagai komponen IFP untuk belajar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa respons siswa terhadap penggunaan teknologi tersebut sangat positif. “Siswa sangat tertarik dan suka, terutama saat

Humas KemendikdasmenBaca
DPD RI Konsultasi RUU Bahasa Daerah, Program Pendidikan, dan PIP
Berita 27 Januari 2026 (dilihat 2249 kali)27 Jan 2026

DPD RI Konsultasi RUU Bahasa Daerah, Program Pendidikan, dan PIP

Jakarta, 27 Januari 2026 – Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) berkunjung ke Kemendikdasmen untuk melaksanakan Rapat Konsultasi di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta pada Selasa (27/1). Pada kunjungan tersebut, kedatangannya untuk membahas penguatan perlindungan bahasa daerah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Bahasa Daerah, sinergi program pendidikan di daerah, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran serta pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah melalui dukungan terhadap sekolah negeri dan swasta, percepatan revitalisasi satuan pendidikan, serta penguatan berbagai program afirmasi. Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga memberikan porsi signifikan bagi sekolah swasta. “Pada tahun 2025, 23 persen dari bantuan revitalisasi itu diperuntukkan untuk sekolah swasta. Tahun 2026 kami juga akan memikirkan hal yang sama, karena sekolah swasta juga mendidik anak-anak Indonesia,” ujar Menteri Mu’ti. Ia menjelaskan jika proses verifikasi dan validasi terhadap sekitar 11.700 satuan pendidikan penerima bantuan telah dilakukan dan siap ditindaklanjuti. “Sekarang ini kami sudah memproses verifikasi dan validasi. Insyaallah sekitar 11.700 satuan pendidikan yang sudah diberikan itu aman dari sisi administrasi, sehingga pada bulan Februari sudah bisa

Humas KemendikdasmenBaca
Sinergisitas Pemangku Kepentingan Pusat dan Daerah Sukseskan Pendidikan Bermutu di Jatim
Berita 19 Desember 2025 (dilihat 2090 kali)19 Des 2025

Sinergisitas Pemangku Kepentingan Pusat dan Daerah Sukseskan Pendidikan Bermutu di Jatim

Kabupaten Sampang, Madura, 19 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara berkala melalukan konsolidasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pemangku kepentingan terkait di daerah. Upaya ini ditempuh guna memastikan implementasi berbagai kebijakan program prioritas pemerintah berjalan dengan baik. Sebagaimana yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, ketika berkunjung ke Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur beberapa waktu lalu, kala meninjau hasil program revitalisasi satuan pendidikan yang tuntas lebih cepat dari target di SMP Al-Ittihad. Semula target pekerjaan berakhir di tanggal 29 Desember 2025, namun sudah selesai di pertengahan bulan Desember. Paket revitalisasi yang diterima sekolahnya yaitu pembangunan ruang administrasi sekolah, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan rehabilitasi 2 (dua) ruang kelas. Dengan dukungan 20 (dua puluh) orang pekerja dari masyarakat lokal, proyek revitalisasi selesai sebelum target dan bangunan siap digunakan. Para perwakilan UPT di Jawa Timur turut gembira dengan capaian tersebut karena ketuntasan program merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen pendidikan pusat dan daerah. Turut mendampingi Mendikdasmen dalam peninjauan bangunan hasil revitalisasi yakni Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas menegaskan bahwa dengan tuntasnya bangunan revitalisasi di SMP AL-Ittihad, Sampang, Kemendikdasmen telah menorehkan upaya konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Revitalisasi

Humas KemendikdasmenBaca
FTBI 2025 Tingkat Provinsi, Ajang Penampilan dan Selebrasi Pelestarian Bahasa Daerah di Sumut
Berita 17 Desember 2025 (dilihat 1285 kali)17 Des 2025

FTBI 2025 Tingkat Provinsi, Ajang Penampilan dan Selebrasi Pelestarian Bahasa Daerah di Sumut

Medan, Kemendikdasmen — Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyampaikan bahwa peran aktif pemerintah daerah, pendidik, orang tua, serta masyarakat luas agar penggunaan bahasa daerah tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh dan hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Pelestarian bahasa daerah harus dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif,” ujar Hafidz Muksin di Medan, beberapa waktu lalu. Hafidz menegaskan bahwa bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pewarisan nilai-nilai luhur dan pembentukan karakter bangsa. “Melalui bahasa daerah, kita dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam tuturan, ungkapan, serta pilihan kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, bahasa daerah perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” jelasnya. Berangkat dari semangat pelestarian bahasa daerah, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kembali digelar dan kali ini berlangsung di Kota Medan pada 12—14 Desember 2025, bertempat di Medan. FTBI diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan penguasaan dan kemahiran siswa dalam berbahasa daerah serta mengembangkan kreativitas tunas-tunas muda dalam bersastra daerah. Melalui kegiatan ini, siswa juga didorong untuk memiliki sikap percaya diri dan rasa bangga terhadap kekayaan budaya, khususnya bahasa dan sastra daerah. Selain itu, FTBI menjadi wadah untuk membangun

Humas KemendikdasmenBaca
DKT Pra-Kongres Bahasa Daerah: Perkuat Kolaborasi untuk Pelindungan Bahasa Daerah
Berita 6 Desember 2025 (dilihat 440 kali)6 Des 2025

DKT Pra-Kongres Bahasa Daerah: Perkuat Kolaborasi untuk Pelindungan Bahasa Daerah

Jakarta, Kemendikdasmen — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pra-Kongres Bahasa Daerah di Hotel Grand Mercure Harmoni pada 2-5 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menuju Kongres Bahasa Daerah Tahun 2026. Para peserta kegiatan terdiri atas perwakilan dari unit pusat dan Balai/Kantor Bahasa di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pakar, akademisi, komunitas, budayawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. DKT Pra-Kongres Bahasa Daerah ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan aktual bahasa dan sastra daerah, menyusun tema besar, serta membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan penerima manfaat kebahasaan dan kesastraan di daerah. Rancangan yang dihasilkan akan menjadi dasar arah kebijakan dalam penyelenggaraan Kongres Bahasa Daerah 2026. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Kongres Bahasa Daerah merupakan puncak dari rangkaian diskusi dan perumusan di berbagai daerah. “Kongres Bahasa Daerah merupakan puncak dari hasil pemikiran, isu, dan harapan yang dirumuskan dalam Kongres Bahasa Daerah di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota. Kongres ini menjadi wadah yang bersumber dari kantong-kantong bahasa daerah di seluruh Indonesia,” ujar Hafidz. Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah dalam memperkuat peran bahasa daerah.

Humas KemendikdasmenBaca
Jalan Sehat #RukunSamaTeman Hadir di Daerah: Ribuan Siswa dan Guru Rayakan Semangat Kebersamaan
Berita 26 November 2025 (dilihat 673 kali)26 Nov 2025

Jalan Sehat #RukunSamaTeman Hadir di Daerah: Ribuan Siswa dan Guru Rayakan Semangat Kebersamaan

Jakarta, 26 November 2025 — Kegiatan Jalan Sehat #RukunSamaTeman yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), sukses diselenggarakan secara serentak di berbagai provinsi sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Sedunia dan dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional. Penyelenggaraan nasional ini memperluas jangkauan kampanye nilai kerukunan, empati, dan budaya saling mendukung di kalangan peserta didik. Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Jalan Sehat tingkat pusat di Jakarta pada 23 November 2025, yang dikuatkan oleh pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pentingnya membangun budaya saling menghormati, saling mendukung, serta menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh murid. Berdasarkan laporan sementara hingga 24 November 2025, Jalan Sehat #RukunSamaTeman telah dilaksanakan di berbagai provinsi melalui unit pelaksana teknis Kemendikdasmen, sekolah, dinas pendidikan dan mitra satuan pendidikan daerah. Total sekitar 6 ribuan peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat. Pelaksanaan kegiatan terlihat masif di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga provinsi-provinsi kepulauan seperti Maluku Utara, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung. Semangat serupa hadir dari provinsi-provinsi di Sumatera, termasuk Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Lampung, serta dari wilayah

Humas KemendikdasmenBaca