“Pak, Saya Bisa!” Inovasi Guru SMK Hadirkan Pengalaman Belajar Setara bagi 118 Siswa
Banyumas, Jawa Tengah, Kemendikdasmen — “Pak, saya bisa! Lampu LED-nya nyala semua!” Seruan Faza, siswa kelas X Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Telkom Purwokerto, menjadi gambaran sederhana tentang perubahan suasana belajar di kelasnya. Dengan antusias, ia bersama teman-temannya merakit sambungan kabel fiber optik, melakukan pengukuran, berdiskusi, hingga menemukan solusi ketika praktik tidak berjalan sesuai harapan. Pengalaman belajar seperti ini sebelumnya lebih banyak dirasakan oleh segelintir siswa yang mengikuti pembinaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Kini, melalui inovasi PORTENET STEM (Portable Network Teaching Kit) yang dikembangkan oleh Agus Prianto, guru SMK Telkom Purwokerto, sebanyak 118 siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar melalui pengalaman praktik secara langsung. Inovasi ini berawal dari kegelisahan Agus melihat keterbatasan pembelajaran praktik. Banyaknya siswa, perpindahan ruang kelas, serta kebutuhan membawa peralatan yang beragam membuat waktu pembelajaran kurang optimal. Padahal, menurutnya, setiap siswa berhak memperoleh pengalaman belajar terbaik, bukan hanya mereka yang terpilih mengikuti kompetisi. Agus kemudian memanfaatkan material bekas kegiatan praktik dan lomba, seperti papan tripleks, kabel fiber optik, dan konektor yang masih layak digunakan. Material tersebut dirakit menjadi media praktik yang ringkas, mudah dipindahkan, dan siap digunakan tanpa persiapan panjang. PORTENET STEM tidak sekadar menjadi alat bantu praktik. Agus melengkapinya dengan modul, lembar kerja
Banyumas, Jawa Tengah, Kemendikdasmen — “Pak, saya bisa! Lampu LED-nya nyala semua!” Seruan Faza, siswa kelas X Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Telkom Purwokerto, menjadi gambaran sederhana tentang perubahan suasana belajar di kelasnya. Dengan antusias, ia bersama teman-temannya merakit sambungan kabel fiber optik, melakukan pengukuran, berdiskusi, hingga menemukan solusi ketika praktik tidak berjalan sesuai harapan. Pengalaman belajar seperti ini sebelumnya lebih banyak dirasakan oleh segelintir siswa yang mengikuti pembinaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Kini, melalui inovasi PORTENET STEM (Portable Network Teaching Kit) yang dikembangkan oleh Agus Prianto, guru SMK Telkom Purwokerto, sebanyak 118 siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar melalui pengalaman praktik secara langsung. Inovasi ini berawal dari kegelisahan Agus melihat keterbatasan pembelajaran praktik. Banyaknya siswa, perpindahan ruang kelas, serta kebutuhan membawa peralatan yang beragam membuat waktu pembelajaran kurang optimal. Padahal, menurutnya, setiap siswa berhak memperoleh pengalaman belajar terbaik, bukan hanya mereka yang terpilih mengikuti kompetisi. Agus kemudian memanfaatkan material bekas kegiatan praktik dan lomba, seperti papan tripleks, kabel fiber optik, dan konektor yang masih layak digunakan. Material tersebut dirakit menjadi media praktik yang ringkas, mudah dipindahkan, dan siap digunakan tanpa persiapan panjang. PORTENET STEM tidak sekadar menjadi alat bantu praktik. Agus melengkapinya dengan modul, lembar kerja
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen).
Untuk membaca naskah rujukan lengkap dan siaran pers aslinya, silakan akses portal resmi Kemendikdasmen melalui tombol rujukan sumber asli di bawah ini.
Rujukan Sumber Resmi Kemendikdasmen
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Anda dapat membaca naskah rujukan dan siaran pers lengkap langsung dari portal resmi.
Baca Sumber Asli (Kemendikdasmen)Humas Kemendikdasmen
Dewan RedaksiSumber Resmi
Aktif menulis dan meliput agenda sekolah, inovasi sains, serta dinamika pendidikan di rubrik Berita 5 November 2026 (dilihat 87 kali).