Dorong Digitalisasi di Murung Raya, Kemendikdasmen Latih Guru Optimalkan IFP
Kab. Murung Raya, Kalimantan Tengah, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMP terus mendorong pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di satuan pendidikan melalui kegiatan advokasi dan pelatihan bagi guru. Di Kabupaten Murung Raya, advokasi pemanfaatan PID memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal lebih dalam berbagai fitur dan fungsi yang tersedia pada PID terutama bagi guru di daerah yang sebelumnya belum memperoleh pelatihan khusus mengenai pemanfaatan PID. Salah satu guru peserta advokasi dari SMP Negeri 5 Murung, Hiskia Siringoringo, mengaku sebelumnya mempelajari pemanfaatan PID secara mandiri. Ia menyebut masih terdapat sejumlah fitur PID yang belum sepenuhnya dikuasainya. “Dengan adanya pelatihan ini saya jadi lebih terarah dan mengenal banyak fitur baru yang sebelumnya belum ketahui. Ke depannya saya bisa membuat media pembelajaran itu lebih bervariasi,” ujarnya pada Kamis (20/8). Pengalaman serupa disampaikan oleh Normiati, Guru dan Waka Kurikulum di SMP Muhammadiyah Puruk Cahu. Ia mengungkapkan sebelum mengikuti advokasi masih jarang menggunakan PID. Menurutnya, advokasi membuka pemahaman bahwa PID bukan sekadar pengganti papan tulis, tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. “PID bukan sekadar pengganti papan tulis biasa, tapi juga sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Kab. Murung Raya, Kalimantan Tengah, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMP terus mendorong pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di satuan pendidikan melalui kegiatan advokasi dan pelatihan bagi guru. Di Kabupaten Murung Raya, advokasi pemanfaatan PID memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal lebih dalam berbagai fitur dan fungsi yang tersedia pada PID terutama bagi guru di daerah yang sebelumnya belum memperoleh pelatihan khusus mengenai pemanfaatan PID. Salah satu guru peserta advokasi dari SMP Negeri 5 Murung, Hiskia Siringoringo, mengaku sebelumnya mempelajari pemanfaatan PID secara mandiri. Ia menyebut masih terdapat sejumlah fitur PID yang belum sepenuhnya dikuasainya. “Dengan adanya pelatihan ini saya jadi lebih terarah dan mengenal banyak fitur baru yang sebelumnya belum ketahui. Ke depannya saya bisa membuat media pembelajaran itu lebih bervariasi,” ujarnya pada Kamis (20/8). Pengalaman serupa disampaikan oleh Normiati, Guru dan Waka Kurikulum di SMP Muhammadiyah Puruk Cahu. Ia mengungkapkan sebelum mengikuti advokasi masih jarang menggunakan PID. Menurutnya, advokasi membuka pemahaman bahwa PID bukan sekadar pengganti papan tulis, tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. “PID bukan sekadar pengganti papan tulis biasa, tapi juga sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen).
Untuk membaca naskah rujukan lengkap dan siaran pers aslinya, silakan akses portal resmi Kemendikdasmen melalui tombol rujukan sumber asli di bawah ini.
Rujukan Sumber Resmi Kemendikdasmen
Berita ini dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Anda dapat membaca naskah rujukan dan siaran pers lengkap langsung dari portal resmi.
Baca Sumber Asli (Kemendikdasmen)Humas Kemendikdasmen
Dewan RedaksiSumber Resmi
Aktif menulis dan meliput agenda sekolah, inovasi sains, serta dinamika pendidikan di rubrik Berita 31 Agustus 2026 (dilihat 1802 kali).